Penyesuaian Diri yang Sehat
Konsep
Penyesuaian diri yang sehat
Saya yakin konsep penyesuaian diri yang sehat itu lahir
dari konsep diri yang baik. Dengan konsep diri yang baik, seseorang dapat mengetahui
gambaran dirinya sendiri sehingga dapat melakukan penyesuaian yang tepat dalam
suatu komunitas di lingkungan masyarakat. Penyesuaian diri itu sangat penting
fungsinya dalam menjalin interaksi dengan orang lain, kita akan menghadapi
penerimaan, penolakan , dan bahkan saking pentingnya, individu bersedia
berpura-pura agar suatu interaksi dapat berjalan langgeng untuk suatu
kepentingan, yaitu kepentingan akan bersosialisasi sesuai dengan hakikat manusia
sebagai mahluk sosial. Agar terciptanya penyesuaian diri yang baik, alangkah
baiknya kita mengerti telebih dahulu mengenai konsep diri.
KONSEP
DIRI
Konsep diri adalah
gambaran yang dimiliki seseorang mengenai dirinya (Hurlock,1993) . Sedangkan
menurut Brook (Rahmat, 1985) mengatakan bahwa konsep diri merupakan persepi mengenai
diri sendiri, baik yang bersifat fisik, sosial maupun psikologis, yang
diperoleh melalui pengalaman dalam interaksinya bersama orang lain. Dari dua
definisi tersebut, maka bisa dikatakan bahwa konsep diri adalah gambaran
seseorang tentang diri sendiri, baik bersifat fisik, sosial maupun psikologis,
yang diperoleh melalui interaksi dengan orang lain.
KOMPONEN
KONSEP DIRI
Hurlock (1974) bahwa
konsep diri memiliki tiga komponen utama, yaitu :
1.
Komponen perseptual, yaitu image
seseorang mengenai penampilan fisiknya dan kesan yang ditampilkan pada orang
lain. Komponen ini sering disebut sebagai physical
self concept.
2.
Komponen konseptual, yaitu konsepsi
seseorang mengenai karakteristik khusu yang dimiliki, baik kemampuan dan
ketidakmampuan yang dimiliki, latarbelakang serta masa depannya. Komponen ini
sering disebut psychological self concept
, yang tersusun dari beberapa
kualitas penyesuaian diri, seperti kejujuran, percaya diri, kemandirian,
pendirian yang teguh dan kebalikan dari sifat-sifat yang teguh.
3.
Komponen sikap, yaitu perasaan seseorang
tentang diri sendiri, sikap terhadap statusnya sekarang dan prospeknya di masa
depan , sikap terhadap diri dan pandangan diri yang yang dimiliknya.
MACAM
KONSEP DIRI
1.
Konsep diri yang sebenarnya, ialah
konsep dari siapa dan apa sirinya. Konsep diri ini merupakan bayangan cermin,
yang ditentukan sebagian besar oleh peran dan hubungannya dengan orang lain,
dan apa yang menjadi reaksi orang lain terhadap dirinya.
2.
Aku ideal, ialah gambaran seseorang
mengenai penampilan dan kepribadian yang didambakan.
Setiap macam konsep diri ini mencakup citra fisik maupun
citra psikologis. Citra fisik diri biasanya terbentuk pertama dan berkaitan
dengan penampilan fisik anak, daya tariknya dan kesesuaian dengan jenis
kelaminnya dan pentingnya berbagai bagian tubuh untuk perilaku dan harga diri
anak dimata orang lain. Sedangkan citra diri psikologis terbentuk didasarkan
atas pikiran, perasaan dan emosi. Citra psikologis ini terdiri atas kualitas
dan kemampuan yang mempengaruhi penyesuaian pada kehidupan, seperti sifat
keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri serta berbagai jenis
aspirasi dan kemampuannya.
Jadi, individu
yang sudah mengetahui konsep dirinya cenderung dapat menyesuaikan diri dengan
baik. Individu mampu mengenali lingkungan masyarakat mana yang cocok (fisik, sosial, psikologis) untuk dirinya dan
mana yang tidak, dan tahu bagaimana bersikap ketika dihadapkan pada situasi lingkungan
yang tidak cocok dengannya. Maka, untuk menyesuaikan diri secara sehat, kenali
dulu apa dan siapa diri kita, dengan begitu kita menjadi tahu lingkungan mana
yang baik untuk kita, kita tidak harus berpura-pura apabila berada di situasi
lingkungan masyarakat yang baru hanya untuk diterima. Jadilah diri sebagaimana
adanya diri kita. Karena berpura-pura adalah pekerjaan yang melelahkan dan
merupakan sebuah gejala penyakit mental. Jika hal itu dibiarkan dan mengerak,
bukan saja diri sendiri yang terganggu tetapi orang-orang disekitar kita pun
ikut terganggu.
Definisi Penyesuaian Diri
Penyesuaian disebut dengan istilah
adjusment. Adjustment merupakan suatu hubungan yang harmonis dengan
lingkungan fisik dan sosial (Chaplin, 2000: 11). Manusia dituntut untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan lingkungan alam
sekitarnya.
2. Variasi Penyesuaian Diri
Definisi Penyesuaian Diri
Penyesuaian disebut dengan istilah
adjusment. Adjustment merupakan suatu hubungan yang harmonis dengan
lingkungan fisik dan sosial (Chaplin, 2000: 11). Manusia dituntut untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan lingkungan alam
sekitarnya.
Lebih jelas Schneiders (1964: 51) mendefinisikan penyesuaian diri sebagai berikut:
“A process, involving both mental and behavioral responses, by which an individual strives to cope successfully with inner, needs, tensions, frustration, and conflicts, and to effect a degree of harmony between these inner demands and those imposed on him by objective world in which the lives”.
Penyesuaian diri merupakan proses yang
meliputi respon mental dan perilaku yang merupakan usaha individu untuk
mengatasi dan menguasai kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya,
ketegangan-ketegangan, frustasi, dan konflik-konflik agar terdapat
keselarasan antara tuntutan dari dalam dirinya dengan tuntutan atau
harapan dari lingkungan di tempat ia tinggal.
Berdasarkan beberapa definisi yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan
suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu
agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan
lingkungannya.
Scheneiders (1964: 51) mengemukakan beberapa kriteria penyesuaian yang tergolong baik (well adjusment) ditandai dengan:
- pengetahuan dan tilikan terhadap diri sendiri,
- obyektivitas diri dan penerimaan diri,
- pengendalian diri dan perkembangan diri,
- keutuhan pribadi,
- tujuan dan arah yang jelas,
- perspektif, skala nilai dan filsafat hidup memadai,
- rasa humor,
- rasa tanggung jawab,
- kematangan respon,
- perkembangan kebiasaan yang baik,
- adaptabilitas,
- bebas dari respon-respon yang simptomatis (gejala gangguan mental),
- kecakapan bekerja sama dan menaruh minat kepada orang lain,
- memiliki minat yang besar dalam bekerja dan bermain,
- kepuasan dalam bekerja dan bermain, dan
- orientasi yang menandai terhadap realitas.
Schneiders (1964: 51) mengungkapkan
bahwa individu yang memiliki penyesuaian diri yang baik (well adjustment
person) adalah mereka dengan segala keterbatasannya, kemampuannya serta
kepribadiannya telah belajar untuk bereaksi terhadap diri sendiri dan
lingkungannya dengan cara efisien, matang, bermanfaat, dan memuaskan.
Efisien artinya bahwa apa yang dilakukan individu tersebut dapat
memberikan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan tanpa banyak
mengeluarkan energi, tidak
membuang waktu banyak, dan sedikit melakukan kesalahan. Matang artinya
bahwa individu tersebut dapat memulai dengan melihat dan menilai situasi
dengan kritis sebelum bereaksi. Bermanfaat artinya bahwa apa yang
dilakukan individu tersebut bertujuan untuk kemanusiaan, berguna dalam
lingkungan sosial, dan yang berhubungan dengan Tuhan. Selanjutnya,
memuaskan artinya bahwa apa yang dilakukan individu tersebut dapat
menimbulkan perasaan puas pada dirinya dan membawa dampak yang baik pada
dirinya dalam bereaksi selanjutnya. Mereka juga dapat menyelesaikan
konflik-konflik mental, frustasi dan kesulitan-kesulitan dalam diri
maupun kesulitan yang berhubungan dengan lingkungan sosialnya serta
tidak menunjukkan perilaku yang memperlihatkan gejala menyimpang.
Selain itu, Schneiders (1964: 52) mengemukakan penyesuaian diri bersifat relatif, hal tersebut dikarenakan beberapa hal berikut:
- Penyesuaian diri merupakan kemampuan individu untuk mengubah atau memenuhi banyaknya tuntutan yang ada pada dirinya. Kemampuan ini dapat berbeda-beda pada masing-masing individu sesuai dengan kepribadian dan tahap perkembangannya.
- Kualitas penyesuaian diri yang dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi masyarakat dan kebudayaan tempat penyesuaian diri dilakukan.
- Adanya perbedaan dari masing-masing individu karena pada dasarnya setiap individu memiliki saat-saat yang baik dan buruk dalam melakukan penyesuaian diri, tidak terkecuali bagi individu yang memiliki penyesuaian diri yang baik (well adjustment) karena terkadang ia pun dapat mengalami situasi yang tidak dapat dihadapi atau diselesaikannya.
2. Variasi Penyesuaian Diri
Schneiders (1964: 429) mengungkapkan
setiap individu memiliki pola penyesuaian yang khas terhadap setiap
situasi dan kondisi serta lingkungan yang dihadapinya. Bagaimana
individu menyesuaikan diri di lingkungan rumah dan keluarganya, di
sekolahnya, bagaimana individu dapat menyesuaikan diri dengan dirinya
sendiri, serta cara menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial
menentukan adanya variasi penyesuaian diri (Varietas of Adjustment),
artinya adanya klasifikasi penyesuaian diri yang berdasarkan pada
masalah dan situasi yang dihadapi dan berkaitan dengan tuntutan
lingkungan. Empat variasi penyesuaian diri yang lebih penting dan
krusial dalam kehidupan seorang manusia yaitu:
- Penyesuaian dengan dirinya sendiri (Personal Adjustment)
- Penyesuaian sosial (Social Adjustment)
- Penyesuaian diri dengan pernikahan (Marital Adjustment)
- Penyesuaian diri dengan pekerjaan (Vocational Adjustment).
Daftar Pustaka
Chaplin,J.P. (a.b. Kartini Kartono). (2001). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Schneiders, A. (1964). Personal Adjustment and Mental Health. New York: Rinehart & Winston.
Sumber : Teori Konsep Diri (seri Diktat Gunadarma Fakultas
Psikologi) http://www.sarjanaku.com/
http://klikpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri-definisi-teori-dan-karakteristiknya/
http://klikpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri-definisi-teori-dan-karakteristiknya/

Komentar
Posting Komentar