Arti Penting Stress

Apa Itu Stress  ?
            Saya yakin kata ini pasti sudah tidak asing lagi bahkan sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Stress di identikkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan penuh tekanan, menyebabkan kita manusia seringkali tidak santai dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Dalam cakupannya dibidang psikologi, stress identik dengan penyakit jiwa berujung kegilaan. Orang bisa gila karena stress. Tapi, ternyata tidak melulu stress itu negatif loh kawan, coba deh kenali stress lebih dalam, kemudian pisahkan manfaat dari stress dan kesusahan ketika stress. Pasti nilai positif dan negatifnya ada kok. Oke deh, kalau gitu langsung aja kita kenalan dengan stress.
            Kita semua pernah mengalami stress. Tetapi sebenarnya stress tidak selalu jelek.Stress dalam tingkat yang sedang itu perlu untuk meningkatkan kewaspadaan  dan minat pada tugas yang ada, dan membantu orang melakukan penyesuaian. Hidup yang serba tenang dan adem ayem itu menjemukan. Dalam ketenangan yang menjemukan itu orang misalnya menonton film detektif, menonton pertandingan, bermain game untuk mengatasi kondisi yang menjemukan ini. Sistem syaraf juga memerlukan rangsangan agar tetap terlatih dan selanjutnya berfungsi dengan baik. Stress yang jelek adalah stress yang terlalu kuat dan bertahan lama. Stress ini bisa menganggu jsmani dan rohani. Contoh : siswa yang mengalami stress terus menerus karena tuntutan belajar yang terlalu berat dan tidak sesuai dengan kemampuan. Stress yang terus menerus juga bisa timbul dari polusi udara, kebisingan, kepadatan dan kemacetan lalulintas, tindakan kejahatan, beban kerja yang berlebihan. Stress berat juga bisa dialami seseorang karena kehilangan orang akibat bencana alam. Stress yang timbul pada setiap orang pun bisa berbeda-beda, walaupun peristiwa yang dialami itu sama. Peristiwa tertentu yang membuat seseorang, bisa saja hanya menimbulkan stress ringan bagi orang lain. Bahkan dampak dari stress itu sendiri bisa berbeda-beda. Bagi sebagian orang stress bisa menghancurkan, untuk sebagian yang lain bisa jadi merupakan sebuah tantangan.  Ada orang yang justru sangat kreatif ketika stress ada juga yang baru belajar dengan efektif ketika menjelang ujian.
A.   
      Pengertian Stress Menurut Para Ahli
·    Menurut J.P Chaplin dalam kamus lengkap psikologi mendefinisikan stress sebagai “suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis.
·     Menurut Atkinson stress terjadi ketika seseorang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai mengancan kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stress dinamakan stresor. Sementara reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stress, atau secara singkat disebut stress.
·      Menurut Lazarus 1999 (dalam Rod Plotnik 2005:481)stress adalah rasa cemas atau terancam yang yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi melampaui kemampuan psikologisnya untuk bisa menanganinya secara memadai.
(sumber : A.M Heru Basuki. Psikologi Umum. 2008. Jakarta: Universitas Gunadarma
Atkinson R.L, R.C Atkinson&E.R Hilgard (1993). Pengantar Psikologi. Nurjahah Taufiq.Jakarta.Erlangga).


B.      Coping Stress
            Emosi dan rangsangan fisiologis yang ditimbulkan oleh situasi stress, sangat tidak nyaman. Ketidak nyamanan tersebut memotivasi individu untuk melakukan sesuatu guna menghilangkannya. Proses yang ditempuh seseorang untuk menghadapi tuntutan yang menimbulkan stress dinamakan Coping (kemampuan mengatasi masalah). Coping memeliki dua bentuk utama.
1.      Strategi Terfokus Masalah (Problem Focus coping)
Upaya seseorang untuk memfokuskan perhatian pada masalah atau situasi spesifik yang telah terjadi, sambil mencoba menemukan cara untuk mengubahnya atau menghindarinya.
2.      Strategi Terfokus Emosi (Emotional Focus Coping)
Upaya untuk mencegah emosi negatif menguasai diri seseorang atau mencegah terjadinya masalah yang tidak dapat dikendalikan.
-          Strategi Perilaku
Latihan fisik untuk beralih dari masalah. Ada yang menggunakan minum-minuman alkohol atau ada yang mencari dukungan dari teman.
-          Strategi Kognitif                                                                                                         
Menyingkirkan sementara pikrann tentang masalah. Contoh : Memutuskan untuk tidak mengkhawatirkan masalah tersebut.

Penelitian lain mengklasifikasikan strategi terfokus emosi secara berbeda, menjadi strategi perenungan, strategi pengalihan dan strategi penghindaran negative (Nolen Hoeksema,1991 dalam Atkinson 1993:380).

1.     Strategi Perenungan
Dilakukan dengan cara mengisolasi diri untuk merenungkan betapa buruknya persaan kita , mengkhwatirkan peristiwa stress, atau keadaan emosional kita, atau membicarakan berulang kali betapa buruknya segala sesuatu tanpa mengambil tindakan untuk mengubahnya.
2.     Strategi Pengalihan
Ditempuh dengan cara ikut terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan, meningkatkan persaan kendali kita. Contoh : melakukan kegiatan berolah raga, menonton film dll.
3.     Strategi Penghindaran Negatif
Aktivitas yang dapat mengalihkan kita dari mood, tapi berbeda dari strategi pengalihan. Bedanya adalah bahwa stretgi penghindaran negative merupakan aktivitas yang beresiko yang mungkin malah memperberat mood. Contoh : Minum sampai mabuk, naik motor ugal-ugalan.

C.      Kepribadian Sehat Menurut Allport dan Carl Rogers
·         Menurut Allport pribadi sehat itu meliputi :
-          Termotivasi oleh proses yang disadari
-          Mempunyai perluasan atas rasa tentang diri
-          Berhubungan dengan penuh kasih sayang dengan orang lain
-          Menerima diri mereka apa adanya
-          Mempunyai persepsi yang realistis mengenai dunia
-          Memiliki wawasan,humor, dan filosofi kehidupan yang menyeluruh
·         Menurut Carl rogers :
-          Aktualisasi diri
-          Keterbukaan terhadap pengalaman
-          Kepercayaan terhadap organisme sendiri
-          Perasaan bebas 
-          Kreativitas  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Kepribadian Menurut Aliran Behavioristik dan Humanistik

Penyesuaian Diri yang Sehat

Teori-Teori Kepribadian Menurut aliran Psikologi